Ulasan Film: Padmaavat

Film India atau Bollywood biasanya tak lepas dari tari dan nyanyi, tapi yang satu ini bukan hanya tari dan nyanyi yang mereka suguhkan melainkan cerita sejarah (walau beberapa orang menganggapnya sebagai legenda) dan kontroversi karena dua kelompok yang digambarkan dalam film sama-sama tidak terima akan penggambaran tokoh-tokoh yang mereka anggap sebagai pujaan.

Film bermula dengan munculnya tokoh Alauddin Khilji, seorang keponakan sultan Delhi yang gagah berani, jagoan, dan ambisius, terutama bila berkait dengan kekuasaan dan perempuan. Khilji yang akhirnya membunuh pamannya sendiri demi naik tahta menjadi sultan kemudian berambisi untuk mengawini Padmavati yang merupakan istri raja Rajput.

Kisah peperangan, taktik curang, dan berbagai hal muncul dalam film ini dengan indahnya. Tarian dan nyanyian tentu juga diselipkan di dalamnya walau dengan kadar yang sangat rendah jika dibandingkan dengan film Bollywood pada umumnya.

Bagi saya menonton film ini adalah membuka mata bahwa film Bollywood sudah tidak lagi sama dengan yang biasa dipertontonkan di televisi ketika sedang marak-maraknya film Bollywood diputar di negara ini. Setidaknya dua film Bollywood terakhir yang saya tonton,  tidak lagi mencerminkan kesan ‘norak’ yang selalu lekat dengan film-film asal negara berpenduduk kedua terbanyak di dunia ini.

Padmaavat tidak hanya seru untuk ditonton tapi juga memanjakan mata akan keindahan tari, busana, dan alam India pada masa lalu.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.