[Film] Istirahatlah Kata-Kata: Manjakan Mata Tanpa Banyak Bicara

Saat mengetahui bahwa sebelum diputar di bioskop-bioskop di Indonesia film yang juga berjudul “Solo, Solitude” ini telah mendapat penghargaan di beberapa festival film internasional, saya curiga bahwa film ini akan lebih banyak menampilkan keindahan dari sisi sinematografi dibandingkan cerita tentang “keativisan” Widji Thukul atau cerita tentang masa kelam Indonesia di mana sebuah rezim pernah berkuasa dan orang-orang yang vokal pada masa itu seringkali dihilangkan menghilang bak ditelan bumi. Dan kecurigaan sayapun terbuktilah saat akhirnya menonton film ini.

Film “Istirahatlah Kata-Kata” memang bercerita tentang Widji Thukul pada masa pelariannya ke beberapa kota di Indonesia. Tapi jangan berharap bahwa film ini akan menceritakan kenapa dia harus lari, kenapa rezim saat itu begitu ingin menangkapnya, dan apa saja yang pernah dilakukan Widji Thukul dalam perjuangan melawan rezim saat itu. Film ini menurut saya bukan ingin menceritakan hal itu. Film ini lebih ingin mengungkap sisi manusia dari seorang Widji Thukul. Begitu banyak gambar atau adegan yang sangat manusia hingga rasanya penonton yang terbiasa dengan adegan-adegan yang tidak manusia alias dibesar-besarkan atau didrama-dramakan atau di-emphasized seperti yang lazim dilakukan pada film-film komersial akan merasa hampir mati kebosanan saat menonton film ini.

Bagi saya film ini benar-benar film yang memanjakan mata lewat sudut-sudut pengambilan gambar yang sangat Garin Nugroho apik. Begitu banyak beauty shot yang jalin-menjalin dari awal hingga habisnya film ini, sampai-sampai kalau boleh dihitung, lebih banyak beauty shot daripada kata-kata yang keluar dari mulut para aktor dan aktris yang bermain di dalamnya. Ya! Film ini benar-benar mengistirahatkan kata-kata, hingga bisa jadi ini adalah film paling sunyi yang pernah saya tonton.

Jadi, lupakan jalan cerita atau siapa yang diceritakan dalam film ini. Nikmati saja ejalukasi visual hasil rangsangan Yosep Anggie Noen, yang di tahun 2012 juga pernah menyutradarai sebuah film menarik berjudul “Vakansi yang Janggal dan Penyakit Lainnya”.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.