Sampah Bahasa

Minggu (4/10) kemarin saya membaca sebuah kolom di harian dengan oplah terbesar di Indonesia tentang bahasa dan penggunaannya yang makin hari makin memprihatikan. Sang penulis, yang adalah juri dari sebuah lomba penulisan kritik film, mengatakan bahwa hampir semua naskah yang dikirimkan padanya tidak memperhatikan kaidah-kaidah dalam berbahasa yang antara lain adalah hukum tentang tanda baca, […]

Continue Reading

Mewah

Satu mingguan lalu¬†publik (untuk kesekian kalinya) dikagetkan¬†(lagi) oleh berita tentang kamar-kamar penjara yang dengan tarif dan kongkalikong tertentu bisa disulap menjadi kamar mewah bak sebuah kamar hotel. Dalam berita itu juga digambarkan bahwa seorang narapidana kelas kakap bisa menjebol tembok kamar penjara, bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk membuat kamarnya yang mewah jadi lebih luas. […]

Continue Reading

Pupur

Kalau orang lain senang menggunakan kata “gincu” untuk menunjukkan aktivitas berdandan, maka saya lebih memilih istilah “pupur”. Pupur alias bedak menurut saya lebih luas menutupi wajah yang sedang didandani¬† sehingga lebih mudah dilihat ketika makin tebal pupurnya maka makin tak terlihat alamilah orang yang sedang berdandan itu. Hal itu juga yang akhir-akhir ini sering kita […]

Continue Reading
1 2 3 6