Mewah

Satu mingguan lalu publik (untuk kesekian kalinya) dikagetkan (lagi) oleh berita tentang kamar-kamar penjara yang dengan tarif dan kongkalikong tertentu bisa disulap menjadi kamar mewah bak sebuah kamar hotel. Dalam berita itu juga digambarkan bahwa seorang narapidana kelas kakap bisa menjebol tembok kamar penjara, bukan untuk melarikan diri, melainkan untuk membuat kamarnya yang mewah jadi lebih luas. […]

Continue Reading

Pupur

Kalau orang lain senang menggunakan kata “gincu” untuk menunjukkan aktivitas berdandan, maka saya lebih memilih istilah “pupur”. Pupur alias bedak menurut saya lebih luas menutupi wajah yang sedang didandani  sehingga lebih mudah dilihat ketika makin tebal pupurnya maka makin tak terlihat alamilah orang yang sedang berdandan itu. Hal itu juga yang akhir-akhir ini sering kita […]

Continue Reading

Ke(m)Bali – Bagian 1

Pagi ini saat membuka sebuah sosial media saya merasa tertampar. Jadi ceritanya seorang teman menulis (silakan dibaca tulisannya di sini) bahwa dunia blogging saat ini makin sepi sementara media sosial yang hanya menampung 140-160 huruf makin ramai dan heboh bahkan katanya sampai bisa menimbulkan bahaya dan ketidak stabilan nasional. Mengerikan ya… Lalu kenapa saya tertampar? Lha ya […]

Continue Reading
1 2 3 5