Kenapa Ngudoroso?

Dari segi bahasa, “ngudo” berarti menelanjangi, sedangkan “roso” adalah rasa atau perasaan. Sehingga ketika digabungkan maka ngudo roso adalah kegiatan menelanjangi perasaan.

Ngudo roso punya arti yang dalam bagi saya yang dibesarkan dalam budaya Jawa yang kental. Dulu bersama almarhumah Ibu, hampir tiap malam ketika saya sedang berlibur dari merantau ke tanah orang, kami menyempatkan untuk ngudo roso sambil tidur-tiduran ditemani bunyi kipas angin. Di saat itulah Ibu bercerita tentang banyak hal yang terjadi, baik ketika saya sedang merantau atau kisah-kisah lama tentang masa kecilnya.

Sayapun demikian. Bercerita tentang apa saja yang saya alami, berbagai cita-cita yang belum terwujud, juga tentu tentang nostalgia masa kecil dan masa lalu.

Semua begitu indah karena ketika ngudo roso, ada kejujuran, ada keterbukaan, ada ketelanjangan yang kemudian melegakan.

Itulah kenapa saya memilih Ngudoroso sebagai nama blog ini. Karena di sini akan banyak cerita yang jujur tentang hidup saya, pandangan yang jujur tentang hidup orang-orang di sekitar saya, dan pendapat-pendapat yang jujur tentang apa yang saya rasakan dan lihat dari tempat-tempat yang saya kunjungi.