[FILM] The Story of Luke (2012): Belajar Kejujuran dari Kesederhanaan

Ini adalah sebuah film menarik tentang seorang remaja autistik bernama Luke (Lou Taylor Pucci) yang sejak usia 4 tahun ditinggalkan oleh ibunya karena malu dan tidak sanggup mengasuhnya. Ia kemudian dibesarkan oleh kakek dan neneknya yang memberi pelajaran bahwa ia bukanlah anak cacat atau terbelakang seperti yang sering dikatakan orang kepadanya. Ia adalah anak istimewa dengan kemampuan yang tak kalah dari anak-anak lain sebayanya.

Ketika sang nenek wafat dan kakek harus masuk ke rumah jompo, iapun tinggal bersama keluarga pamannya. Di situlah kehidupan Luke mulai berubah dari yang tadinya belajar di rumah bersama nenek dan kakek, menjadi ingin mandiri dan tinggal sendiri agar tidak merepotkan orang lain dan tentu saja supaya bisa memulai kehidupan dengan perempuan yang dicintainya.

Luke kemudian mencoba mencari kerja. Di sana dia bertemu dengan Maria (Sabryn Rock), seorang resepionis di perusahaan pencari kerja yang kemudian menjadi tujuannya untuk mencari pekerjaan. Ia mau bekerja apa saja, supaya bisa beroleh penghasilan dan bisa mengencani Maria.

Keinginan Luke terkabul ketika sebuah perusahaan mau menerimanya sebagai pegawai magang yang mempertemukannya dengan Zack (Seth Green), supervisor yang mengajarinya tentang bagaimana cara menjalin hubungan dengan orang lain. Zack sendiri mengatakan bahwa dirinya sama seperti Luke, namun dia belajar berhubungan dengan orang lain lewat perangkat lunak buatannya. Iapun membuat berbagai tes untuk Luke demi mencapai tujuannya dan tes terbesarnya adalah mempertemukan Luke dengan ibu yang sudah sekian lama menelantarkan Luke.

Bagi saya film ini adalah film yang sangat menarik karena karakter Luke yang digambarkan sangat jujur mengatakan apa saja yang sedang dirasakannya. Ketika masakan bibinya kurang enak, ia dengan jujur mengatakannya. Tidak seperti anggota keluarga lain yang hanya bisa diam dan menerima saja makanan itu. Kejujuran ini awalnya menyakitkan namun akhirnya membuat sang tante bersemangat untuk belajar memasak dari Luke yang rajin menonton acara masak-memasak di TV serta banyak belajar memasak dari neneknya.

Kejujuran (kalau tidak mau disebut kepolosan) Luke jugalah yang menyelamatkan kehidupan rumah tangga paman dan bibinya, membuka mata sepupu-sepupunya, bahkan juga membuat supervisornya sadar dan ingin menjadi manusia yang lebih baik.

NB:
Ketika menonton film ini, saya teringat di tahun 1994, ada film serupa yang juga mengajarkan saya tentang makna kejujuran dari kesederhanaan berpikir: Forrest Gump.

 

You may also like

1 Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *