2016: Tahun Berbagi

IMG_2065k

2015 telah berakhir. Saya dan beberapa teman sepakat bahwa tahun 2015 adalah tahun yang sungguh berat. Bermacam hal saya alami di tahun ini. Bermacam kehilangan saya alami di tahun ini. Bermacam pukulan telak saya terima di tahun ini. Bermacam ujian saya terima di tahun ini.

Tulisan ini bukan bermaksud untuk merengek, tapi lebih merupakan pengingat bahwa seburuk apapun tahun 2015, saya masih tetap bisa hidup melewati berbagai hal berat itu. Dan bahwa di balik semua kehilangan ada penemuan. Di balik semua pukulan ada penyembuhan. Di balik semua ujian ada kelulusan.

Kehilangan dan penemuan
Hal yang paling besar terjadi di tahun 2015 adalah kehilangan. Awal tahun ini dibuka dengan kehilangan teman baik. Ada yang karena perubahan jadwal hingga pertemanan kami mendadak jadi aneh, ada juga yang karena perubahan pemikiran hingga membuat kami jadi saling menjauh. Tidak ketinggalan ada juga yang karena masalah uang.
Kehilangan teman bagi saya sudah sangat menyedihkan, tapi tidak ada yang lebih menyedihkan daripada kehilangan ayah. 22 Februari 2015 ayah saya meninggal dunia. Hari itu menjadi hari paling kelabu dalam hidup saya sampai saat ini, sekaligus menjadi hari yang tidak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Sejak saat itu saya, sebagai anak satu-satunya, harus tegak berdiri, selalu siap mengambil bermacam keputusan penting, tanpa ada ayah yang selama ini selalu memberi masukan, bantuan pemikiran, serta menjadi perisai pelindung saya dan ibu. Sayapun harus menghadapi bermacam masalah sendirian. Menitinya dengan penuh kesabaran, tanpa harus menimbulkan banyak pertentangan. Banyak teman berkomentar bahwa saya terlalu pasif, tapi bagi saya, mencegah konflik adalah lebih penting daripada membesar-besarkannya.
Tapi kemudian di tahun ini juga saya menemukan teman-teman yang dalam masa tergelap saya itu justru menjadi penerang jalan. Merekalah yang membantu menenangkan pikiran saya saat cobaan bertubi mengikuti kehilangan itu. Mereka membukakan pikiran saya yang tersumbat aneka masalah tanpa memaksakan pendapat ataupun menggurui. Mereka lebih bersifat menerangi daripada menunjukkan, sehingga dalam perjalanan saya, ada rasa hangat dan cerah.
Di tahun ini juga saya menemukan seorang tempat saya menambatkan hati. Masih panjang memang perjalanan kami, tapi semoga ini bisa menjadi langkah awal yang menuju kebaikan.

IMG_4178

Pukulan dan penyembuhan
Saat ayah saya meninggal, ada bermacam hal yang saya hadapi. Mulai dari harus bolak-balik mengurus berbagai hal menyangkut penghentian pensiun dan lain-lain, sampai ke hal-hal yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya namun rupanya terjadi juga. Di saat itu, ada pukulan-pukulan telak yang harus saya hadapi. Di saat itu juga konflik mengerikan sempat terjadi.
Namun lagi-lagi, di saat itu pula saya menemukan penyembuhan dari orang-orang yang selama ini keberadaannya saya anggap jauh.
Selama ini saya yang merantau di pulau orang, merasa jauh dari saudara-saudara. Namun kemudian di saat-saat tergelap saya, merekalah yang banyak membantu dan bahkan menjaga saya agar tetap bisa berdiri di tengah badai masalah. Mereka yang memberi semangat, bahkan bersusah payah membenarkan apa yang salah.

Ujian dan kelulusan
Tahun 2015 juga menjadi tahun yang penuh ujian. Pemikiran-pemikiran saya tentang hidup mulai diuji satu per satu. Hal yang paling terasa adalah ujian akan keputusan saya untuk lebih banyak tinggal di Jakarta, tepatnya di Cipanas, menemani Ibu daripada tetap tinggal di Bali.
Ujian pertama tentu datang dari pekerjaan saya yang sudah terlanjur banyak di Bali. Untungnya lagi-lagi bantuan datang dari mana-mana. Teman-teman di Bali begitu ringan tangan membantu proses kepindahan dan membuat masa-masa transisi pekerjaan saya jadi begitu halus dan lancar.
Ujian berikutnya adalah ketika saya memutuskan untuk mencari penghidupan dengan cara baru yang belum pernah saya kenal sebelumnya, yaitu bertani. Ujian ini rasanya akan masih berlanjut di tahun-tahun berikutnya. Tapi setidaknya pada akhir 2015, sebuah hasil kerja keras dapat saya dan teman-teman nikmati dalam bentuk keuntungan baik materi maupun non materi dari bisnis baru yang sedang saya jalankan saat ini.

2016 adalah tahun penuh harapan bagi saya yang telah berdarah-darah melalui tahun 2015. Bagaimanapun, semangat di tahun yang baru ini adalah semangat yang terpupuk dari tahun yang berat itu. Saya memberi tema tahun 2016 saya sebagai tahun berbagi!

IMG_3670

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *