2017: Tahunnya Fokus

There’s no single right way to say goodbye to someone you love. But the most important thing is that you keep some part of them inside you.
-Ali Benjamin, The Thing About Jellyfish, 2015

Hari ke 366 di tahun 2016, saatnya saya membuat refleksi akhir tahun sambil memberi harapan pada tahun yang akan segera tiba.

Bagi saya, 2016 adalah tahun yang lagi-lagi memberi pelajaran tentang anicca. Sebuah pelajaran yang rasanya telah tiga tahun terakhir harus menjadi inti dari hari-hari yang saya jalani.

Naik balon udara di Goreme, Turki.

Tahun 2016 sebenarnya dibuka dengan sangat indah. Hubungan saya dengan pacar yang membaik dan cukup stabil. Perjalanan ke Turki yang seumur hidup, setidaknya sampai saat ini, adalah perjalanan terjauh bersama pasangan yang pernah saya jalani. Pertemuan pacar dengan Ibu saya. Serta sebuah janji indah tentang pengalaman dan keahlian baru yang akan saya dapatkan untuk menjadi pegangan selama hidup saya ke depan.

Namun di bulan Mei, tepatnya tanggal 20, ketika hidup terasa begitu menyenangkan dan melenakan, saya kembali kehilangan orang yang paling saya sayang di dunia ini. Ya, Ibu meninggal hanya berselang 1 tahun, 3 bulan dari ayah saya. Maka saat itulah lagi-lagi saya harus belajar tentang anicca. Bukan main-main, kali ini saya bahkan sempat merasa sangat ‘suicidal’ sampai-sampai seorang teman yang tinggal di Inggris dan seorang lagi yang tinggal di Bali setiap hari bergantian menelepon untuk mengecek apakah saya masih hidup. Saat itu (bahkan sampai sekarang), saya merasa kehilangan tujuan hidup. Saya yang adalah anak satu-satunya di keluarga benar-benar menjadi sebatang kara. Tidak ada lagi tempat saya bergantung. Tidak ada lagi tempat saya pulang. Semua sudah hilang dan berakhir.

In each of us there is a world, webbing out, reaching others, creating reactions. Sometimes equal, sometimes opposite. We rush to say, one life gone, but each of us is a world. And today a world has been lost.
-Daredevil, S2.

Waktu terus berjalan, kehidupan saya jalani dengan perasaan kosong dan tanpa tujuan. Saya hanya menjalani hari ke hari dengan mengikut arus. Beruntung ada pacar yang ada di samping saya serta teman-teman yang baik hati serta tak pernah bosan mendengar keluhan dan kesedihan saya, untuk selanjutnya menyuntikkan semangat agar saya segera bangkit.

Tim yang tangguh di Bali.

Tapi bagaimanapun saya kehilangan fokus. Hidup dalam warna-warni dan manisnya janji-janji hingga semua hal yang telah saya bangun sejak lama dan menjadi cita-cita sebelumnya mulai terlantar sedikit demi sedikit. Saya benar-benar hilang kendali atas hidup saya. Seorang teman terus menerus mengingatkan saya akan hal ini, tapi saya sudah terlalu terlena dengan keadaan, hingga kata-katanya banyak yang saya abaikan begitu saja.

Maybe my life hasn’t been so chaotic. It’s just the world that is and the only real trap is getting attached to any of it. Ruin is a gift. Ruin is the road to transformation.
-Eat Pray Love, 2010

Lalu apa harapan di tahun 2017?

Beberapa minggu lalu pacar sempat heran setengah mati kenapa saya yang begitu cinta dengan aneka hal yang berbau Jepang malah belum pernah ke Jepang. Saya sudah jalan-jalan ke mana-mana, berkeliling ke mana-mana, tapi belum pernah sama sekali menginjakkan kaki di Jepang. Lalu sejak itu dia mengingatkan saya untuk lebih fokus dalam hidup. Dia mengajak saya untuk mulai menyisihkan uang sedikit demi sedikit agar bisa suatu hari sampai di Jepang.

Dari situ saya belajar bahwa saya ini memang orang yang jauh dari fokus. Saya pernah belajar bermacam bahasa, tapi tak satupun yang saya kuasai secara mahir. Saya pernah belajar bermacam alat musik, tapi tak satupun yang saya kuasai secara mahir. Saya punya begitu banyak cita-cita, tapi tak satupun yang saya fokuskan sebagai jalan hidup. Akhirnya ya selama ini saya begitu mudah terlena dengan aneka ajakan yang seringnya melenceng dari cita-cita saya.

Akhirnya saya berharap bahwa tahun 2017 adalah tahun di mana saya bisa belajar untuk lebih fokus. Semoga tidak terlalu banyak gangguan dan godaan yang akan saya terima di tahun yang juga saya harap menjadi tahun yang lebih ramah kepada saya.

Life is about courage and going into the unknown.
-The Secret Life of Walter Mitty, 2013

Seorang teman lalu mengingatkan: “Jangan pernah lupakan kebaikan dari orang lain, tapi jangan pernah mengingat-ingat kebaikan yang pernah diberikan ke orang lain.”

Agenda yang akan menemani di 2017.
Anicca, ( Pali: “impermanence”) Sanskrit anitya, in Buddhism, the doctrine of impermanence. Anicca, anatta (the absence of an abiding self), and dukkha (“suffering”) together make up the ti-lakkhana, the three “marks” or basic characteristics of all phenomenal existence

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.